Islam Itu Indah, Indahkanlah Pribadimu!

Sahabat Nabawi, sesuai hadits nabi, Allah Tuhan kita Maha Indah dan sangat menyukai hal-hal yang indah. Di lain hadits, beliau (Rasulullah) juga pernah bersabda bahwasannya ‘Bersuci itu sebagian dari iman’ (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi). Sepertinya, antara kesucian dan keindahan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bukankah sesuatu yang suci akan menimbulkan keindahan?

Dalam segala hal, ummat Islam diatur sesuai pedoman Al Quran dan hadits. Baik makan, minum, mandi, bergaul bahkan berpakaianpun juga ada aturannya. Ini semua bukan maksud mempersulit. Justru oleh karena aturan-aturan itu, diharapkan ummat Islam dalam melakukan aktivitas itu semua melahirkan sebuah keindahan yang mencerminkan pribadi seorang muslim.

Kita makan dianjurkan menggunakan tangan kanan, dimulai dengan doa dan mengambil makanan yang lebih dekat (HR. Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Ad Darimi dan Ahmad). Ini semua agar terlihat sopan dan indah dipandang setiap orang. Kita dianjurkan untuk melunakkan suara ketika bergaul, pelan (santai) dalam berjalan (QS. Luqman:19). Menyapa dengan salam doa kepada saudara sesama muslim (HR. Muslim). Alangkah indahnya agama kita. Tentunya itu semua supaya timbul kesan indah bagi tiap orang yang memandangnya.

Dari Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya, ‘Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullâh bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.’” (Al-Hadits)

Dalam hal berpakaian, muslim dan muslimah memiliki aturannya masing-masing. Tiada satupun agama seperti ini selain agama kita, Islam yang suci. Islam berakar dari kata “Salama” yang berarti selamat. Maka aturan-aturan yang ada di dalamnya mengarahkan ummatnya agar selamat dalam menjalankan kehidupan yang fana’ ini.

Bagi wanita, seluruh tubuh harus tertutup dengan pakaian yang rapi kecuali muka dan telapak tangan. Pakaianpun dijaga harus sopan dan tidak ketat juga tembus pandang. Ini semua untuk kebaikan dan keselamatan mereka sendiri agar jauh dari mata-mata lelaki yang ingin berbuat jahat.

Bagi pria muslim, dianjurkan untuk berpakaian menutupi aurat mereka yakni melebihi lutut dan pusar.  Diharamkan bagi mereka untuk keluar rumah dengan pakaian yang minim (pakaian yang memperlihatkan aurat). Ini semua agar mereka terlihat mulia dan berbeda dengan binatang.

Setiap pria muslim disunnahkan memakai wewangian (parfum) karena Rasulullah sangat menyukainya, sedang bagi wanita justru diharamkan memakai wewangian ketika keluar rumah dikarenakan ini bisa menimbulkan syahwat bagi setiap pria.

“Hai Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid. (QS. Al-A’raaf: 31)”

Jika sahabat Nabawi menginginkan pakaian-pakaian busana muslim indah serta perlengkapan ibadah-ibadah yang lain, seperti: Jilbab, Sarung, Sorban, Sajadah, Mukenah, dll. Silahkan mampir ke toko kami di oleh-oleh haji.com. segala perlengkapan ibadah anda, ada disini.

 

 

Password Reset

Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.